Kedua anak kecil ini bernama Jujun dan Andika. Mereka adalah adik kakak yang tinggal bersama ibu di Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat. Jujun dan Andika hanyalah anak-anak biasa namun tak ada yang menyangka tangan-tangan kecil mereka sudah dipaksa untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Jujun dan Andika bekerja sebagai pengangkut batu bata dan terkadang mengaduk adonan batu bata. Uang yang diperoleh memang tidak terlalu banyak, hanya Rp 5,000 per orang. Namun tak masalah untuk mereka, uang itu mungkin bisa dipakai untuk membayar sekolah Andika. Seakan tak ada kata lelah bagi mereka berdua, Jujun dan Andika melanjutkan mencari bambu.
Sedangkan ibu mereka yang menderita rheumatik dan gizi buruk hanya dapat membuat lumpia mini yang nantinya akan dijual Jujun dan Andika dengan berkeliling desa. Dulu ibu Andika dan Jujun pernah berjualan sayur berkeliling namun setelah menderita sakit, ia sudah tidak mampu untuk berjalan terlalu jauh. Dengan kondisi ini, suami yang sangat diharapkan malah pergi meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya ia pikul.
Sejak suaminya pergi entah kemana, mental ibu Andika dan Jujun terguncang dan membuatnya tidak nafsu makan yang menyebabkan dirinya mengalami gizi buruk. Kini, hanya Andika dan Jujun yang menjadi harapan dan penyemangat bagi ibu mereka. Mesti tak tega melihat anak sekecil ini sudah harus mencari nafkah, namun ia merasa bersyukur dikarunia kedua anak yang berbakti.
Bukannya sengaja melupakan ayah, beberapa kenangan kadang membuat Andika menangis. Seluruh perasaan bercampur aduk menjadi sebuah pertanyaan, mengapa ayah tega meninggalkan mereka berdua. Di saat teman seusia mereka bisa bermain bersama ayahnya, mereka justru harus bergulat dengan kehidupan yang berat. Walau begitu bermain dengan alam dapat menghilangkan rasa penat sejenak sebelum harus menghadapi kehidupan lagi.
Tak ada manusia yang lahir ke dunia dengan sia-sia. Tolak ukur bahagia juga bukan dengan harta. Senyuman tulus Andika dan Jujun ini sudah menjadi harta yang sangat berharga bagi ibu mereka.
Sumber : Youtube




Post a Comment
Post a Comment