Sempat ditipu dan merasakan hidup bersama penduduk setempat
Saat tiba di India, Hakam dan sang istri sempat ditipu dan kehilangan uang sebesar $ 1000. Namun, hal tersebut tak menyurutkan tekadnya untuk tetap bertualang. Sang istri bahkan rela kehilangan 5 kg berat badannya karena harus beradaptasi dengan makanan setempat. Tak jarang, Hakam juga kerap mendapatkan bantuan dari penduduk lokal. Terutama jika ia hendak memeriksa kondisi sepedanya seperti mengganti ban dan memperbaiki rantai. Keduanya bahkan sempat merasakan Idul Fitri di India. kemudian, pergi ke Amman, Yordania, dan merayakan Idul Adha di sana.
Filosofi dan makna dari perjalanan spiritualnya menggunakan sepeda
Selama perjalanan, Hakam dan sang istri merasakan banyak momen yang membuat keduanya senatiasa bersyukur. Sepeda yang ia gunakan, melambangkan harmoni dalam kehidupan pernikahan. Yakni, untuk mendorong roda kehidupan ke depan, pria dan istri harus membuat banyak kompromi dan penyesuaian. Dirinya yang duduk di depan dan tempat belakang untuk sang belahan jiwa, merupakan gambaran peran seorang imam, seperti yang diajarkan oleh Islam.
Post a Comment
Post a Comment