Pada 2001 lalu, pesawat Air Transat Flight 236 tujuan Lisbon, Portugal, yang membawa 293 penumpang dan 13 kru mengalami mati mesin di atas Samudra Atlantik. Telegraphmelaporkan bahwa hal tersebut akibat bocornya bahan bakar pesawat saat ia lepas landas dari Toronto, Kanada.
Kapten Robert Piche mengumumkan kondisi darurat bahan bakar dan kemudian melaporkan kepada menara ATC di Lisboa bahwa mereka akan melakukan pendaratan darurat di Kepulauan Azores, 1.500 kilometer dari Lisbon.
Piche dan kopilotnya, Dirk de Jager, memiliki pengalaman terbang lebih dari 20 ribu jam. Mereka kemudian melanjutkan menerbangkan pesawat Airbus A330 dengan mesin mati selama 19 menit. Pesawat berhasil terbang sejauh sekitar 120 kilometer hingga akhirnya mendarat darurat di pangkalan udara Lajes Air Base di Azores.
Pesawat itu terpaksa harus melakukan beberapa kali putaran untuk mengurangi ketinggiannya, dan kemudian bisa mendarat dengan "kasar" di landasan hingga berhenti total. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu dan penerbangan pesawat jet komersial tanpa mesin itu tercatat sebagai yang terlama dalam sejarah.
Kisah tersebut mengingatkan kita bahwa meski kedua mesin pesawat mati, masih ada kemungkinan semua penumpang termasuk kru pesawat bisa mendarat dengan aman.
Bagaimana pesawat bisa tetap terbang dengan kondisi mesin mati?
Post a Comment
Post a Comment