MUI Jabar Cari Tahu Sosok Sang Guru


Mengaku Nabi, Abdul Muhjib Jual Tiket Masuk Surga Seharga Rp2 Juta
Liputan6.com/Abramena

MUI Jabar Cari Tahu Sosok Sang Guru


Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat, Rafani Achyar menduga ajaran sesat yang dibawa oleh Muhjib ini berasal dari Subang.

Meski demikian, MUI Jawa Barat masih menyelidiki siapa guru Muhjib yang menyebarkan ajaran sesat itu.

Akibat peristiwa itu, warga kemudian menghancurkan rumah yang diduga juga sebagai tempat menyebarkan ajaran sesat yang biasa dilakukan oleh Muhjib. Rumah tersebut sudah ditempati Muhjib sejak 2008 lalu.

(Sumber: Liputan6.com/Abramena)

Dosen UGM Kuak Penyebab Munculnya Nabi Palsu

Beberapa minggu yang lalu, masyarakat masih dikejutkan dengan kemunculan pria yang mengaku nabi dan menawarkan tiket ke surga dengan harga Rp2,5 juta. Pria berinisial AM itu akhirnya dilaporkan warga ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karawang.
Tetapi, fenomena serupa tak hanya terjadi di Indonesia. Di berbagai belahan dunia lain, banyak fenomena mengenai kemunculan nabi palsu.
Melihat banyaknya fenomena itu, diteliti oleh seorang dosen asal Fakultas Filsafat UGM Agus Himmawan Utomo. Melalui penelitian doktoral berjudul 'Konsep Kenabian Perspektif Perennialisme Frithjof Schuon:Relevansinya dengan Kehidupan Keberagamaan di Indonesia', dia berhasil menguak sisi filosofis dari fenomena nabi palsu itu.
Menurut dia, klaim kenabian kerap memunculkan masalah di lingkungan masyarakat karena logika yang menuntut pengakuan untuk menerima. Padahal, sebetulnya, kemunculan nabi itu harusnya saling melengkapi dan menguatkan pesan yang intinya sama karena berasal dari Tuhan Yang Maha Esa.
“ Inilah substansi kenabian yang bersifat abadi,” kata Agus, dikutip dari laman ugm.ac.id, Jumat, 12 Agustus 2016.

Related Posts

Post a Comment

Loading...
Subscribe Our Newsletter