Lama-Lama Semakin Intim
Setelah mengucapkan terima kasih, mereka pun saling berkenalan. Gadis itu mengatakan mau pergi ke Taipei, dan ini merupakan perjalanan pertamanya.
Karena mau pergi ke tujuan yang sama, pemuda itu menawarkan diri untuk menemani perjalanan gadis itu. Sejak itu, mereka berbincang non-stop selama penerbangan ke Taipei.
Pemuda itu mengatakan bahasa Inggris gadis China itu bagus. Sedangkan dirinya tidak terlalu fasih berbahasa Inggris.
Mendadak Pesawat Alami Turbulensi
Meski begitu, gadis itu tidak sombong. Dia mengaku berasal dari Chongqing, China. Dan ini perjalanan pertamanya ke Taiwan.
"Dia menceritakan rencananya setelah di Taiwan. Saya terkejut karena Taipei kota sibuk dan dia mungkin tidak akan mampu menyelesaikannya," kata pemuda itu.
Tiba-tiba pesawat yang mereka tumpangi mengalami turbulensi sehingga kabin sedikit berguncang. Karena takut, gadis itu ingin segera tidur.
Pemuda itu mengatakan selama turbulensi, sesekali dia dan gadis itu saling berpegangan tangan. Gadis itu juga menyandarkan kepalanya di bahu pemuda tersebut.
Berpisah di Bandara
Selain tambah sayang, pemuda itu mengaku lebih protektif terhadap gadis tersebut. Berkali-kali dia menenangkan gadis itu ketika ada turbulensi datang.
Akhirnya, mereka sampai di bandara di Taiwan. Setelah gadis itu mengurus imigrasi, mereka langsung menjelajahi Taiwan berduaan.
Pemuda itu mengatakan, meski baru saling kenal selama sehari, mereka merasa seperti sudah kenal selama bertahun-tahun.
Post a Comment
Post a Comment