Inilah 10 Fakta Kisah Horor KKN di Desa Penari


10 Fakta Kisah Horor KKN di Desa Penari 

Salah satu matakuliah wajib yang harus diambil oleh mahasiswa sebagai syarat kelulusan adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau biasa dikenal dengan bentuk kegiatan pengabdian masyarakat pada waktu dan daerah tertentu. Pelaksanaan kegiatan KKN umumnya dilakukan satu sampai dua bulan sesuai dengan sistem perkuliahan mahasiswa.
Tujuan adanya kegiatan KKN agar mahasiswa memiliki kesan yang menarik dan pengalaman, namun beda halnya dengan akun twitter anonim @SimpleM81378523 yang menceritakan pengalaman horror saat melakukan KKN bersama teman-temannya di suatu desa yang disebut Desa Penari. Cerita ini sampai viral karena dibahas oleh YouTuber Raditya Dika. Kira-kira bagaimana fakta sebenarnya dari cerita horror KKN tersebut? Simak dibawah ini ya!

1. Bermula dari cerita yang ditulis di Twitter



Cerita yang berjumlah ratusan tweet di Twitter tentang pengalaman KKN di Desa Penari, ditulis selama 11 hari dari tanggal 24 Juni 2019 dan selesai tanggal 5 Juli 2019 oleh akun anonim @SimpleM81378523 yang sengaja namanya untuk disamarkan. 
Akun Simple Man sempat mengatakan bahwa awalnya, cerita yang mengkisahkan teman-temannya ini tidak disetujui jika disebarkan, namun karena ingin memberikan pelajaran kepada masyarakat, akhirnya ia membuka suara dan menceritakannya melalui tulisan sampai berbentuk thread di Twitter dan menyamarkan semua nama temannya, nama kampus, dan nama lokasi daerahnya. 

2. Kejadian Horor KKN Terjadi pada Tahun 2009



Awal dari cerita ini menjelaskan bahwa ada sekelompok mahasiswa yang melakukan KKN selama 6 Minggu di sebuah Desa. Mahasiswa ini terdiri dari nama samaran Widya, Nur, Bima, Ayu, Wahyu, dan Anton. 
Sebelum memutuskan untuk pergi KKN, ibu dari Widya sempat mengeluh sebab lokasinya yang tidak bagus untuk ditinggali oleh manusia. Namun akhirnya mereka berenam tetap berangkat menggunakan mobil elf  menempuh sampai 4-5 jam kemudian dijemput pakai motor oleh masyarakat dari desa.  
Setelah sampai di tempat tujuan, Widya disambut oleh nyanyian dan nada dari gamelan yang bertanda bahwa kejadian buruk akan datang. 

3. Terdapat Dua Versi Cerita



Cerita horor ini sebenarnya ada dua versi dari pandangan cerita Widya dan versi cerita Nur. Namun konon, cerita Widya lebih seram dibandingkan kisah Nur. Sebab, Widya memiliki sensitivitas yang lebih tentang hal-hal mistis dan Nur hanya bisa merasakan hal-hal alam gaib. 

Related Posts

Post a Comment

Loading...
Subscribe Our Newsletter